Untuk Kedua Kalinya, Wonderful Sail To Indonesia Berlabuh di Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat

Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah kembali menjadi destinasi singgah wonderful sail untuk kedua kalinya di tahun 2019.

Saat ini sudah ada sekitar 68 yacht yang berlabuh di Pelabuhan Kumai dan berasal dari berbagai negara, Kedatangan kapal wisata Rally Yacht Wonderful, tentunya akan singgah ke salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, yakni Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Tepat hari ini, 12 Oktober 2019, Ratusan wisatawan ini akan mengikuti puncak acara Welcome Ceremony yang berdasarkan jadwal yang disusun oleh pihak panitia, bahwa lokasi wisata Jurung Tiga, Desa Pasir Panjang bakal mendapat kehormatan pertama untuk dikunjungi wisatawan mancanegara itu. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Rumah Adat Betang Pasir panjang.

Usai menginjakkan kaki di pelabuhan para peserta Wonderful Sail ke-2 disambut tokoh adat setempat dengan prosesi tampung tawar. Setelah itu dilanjutkan tour city bersama ke Taman Wisata Hutan Jurung Tiga, yang berjarak sekitar 30 menit dari lokasi pelabuhan dengan menggunakan bus yang sudah disediakan oleh panitia.

Setibanya di Jurung tiga, para wisatawan menerima pengalungan bunga sebagai tanda selamat datang. Disini para peserta diajak berkeliling, sebagian ada yang mencoba bermain sumpit khas suku dayak, disuguhi makanan Lomang/lamang, mencicipi nikmatnya minuman tuak yang terbuat dari ketan merah dan menikmati penampilan tari tarian suku dayak tomun.

Anggota Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kalteng Berkah Apung Widadi berharap Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai destinasi singgah dari event Wonderful Sail to Indonesia yang digagas oleh Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran bisa terus berlanjut.

“Ini merupakan program dari Pak Gubernur, Alhamdulillah sudah dua kali diselenggarakan dan wisatawan mancanegara banyak kesini untuk kedua kalinya dan kedepan harapannya bisa terus berlangsung,” kata Apung.

Gubernur Kalteng telah mengagendakan Kota Pangkalan Bun sebagai salah satu destinasi transit event wonderful sail serta melengkapi berbagai fasilitas untuk mempermudah para turis mancanegara yang akan menginjakan kaki di Kabupaten Kotawaringin Barat, seperti kantor Imigrasi yang telah dibuat di Kota Pangkalan Bun.

“Yang dilakukan oleh Pak Gubernur memang mengagendakan Pangkalan Bun untuk menjadi salah satu transit ya, wonderfull sail dari mancanegara. Bukan hanya eventnya tapi Pak Gubernur juga menyelenggarakan kebijakan yang lebih ke infrastruktur dan fasilitas lainnya, misalnya sekarang sudah ada kantor imigrasi di Pangkalan Bun, ketika Bule (Wisatawan Mancanegara) kesini imigrasinya ga harus ke Palangka Raya tapi sudah ada disini, jadi itu mempermudah wisatawan masuk ke Pangkalan Bun,” jelasnya.

“Khususnya jalur ke Tanjung Puting itu memudahkan, intinya dari sisi event, infrastruktur, kesiapan pemerintah, kesiapan hotel dan sebagainya, Pak Gubernur memerintahkan dinas pariwisata untuk meramu itu dan sekaranglah hasilnya, mungkin dua tahun ini ada peningkatan jumlah ya, tahun depan ada lagi, tahun depan ada lagi,” lanjutnya.

Pihaknya berharap destinasi singgah dari event ini akan lebih banyak, kedepannya diharapkan bisa dilanjutkan ke Kabupaten Lamandau untuk disatukan dengan festival Babukung.

“Harapannya ini menjadi gaung, nah sayangnya memang baru Pangkalan Bun, harapannya kedepan tripnya dilanjutkan ke Lamandau disatukan dengan festival babukung misalnya dan lain-lain, semakin lama mereka stay disini, semakin bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat Wahyudi menjelaskan bahwa pemerintah telah mempersiapkan kunjungan dari event yang digelar mulai tanggal 9-12 oktober ini.

“Wonderful sail ini kita sudah melakukan persiapan, mereka selama kunjungan dari tanggal 9-12 Oktober ini, dan mereka disamping pada hari ini kita menjadi tamu pemerintah daerah, mereka diajak tour di Pangkalan Bun nanti malam juga dilakukan welcome dinner,” kata Wahyudi.

Para wisatawan akan diajak untuk melakukan field trip untuk melihat salah satu arsitektur rumah dari masyarakat dayak yaitu rumah Betang, dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu heritage cagar budaya Astana Mangkubumi yang ada di Kotawaringin Barat.

“Jadi nanti diacara field trip ini kita akan melihat salah satu ciri khas arsitektur rumah dari masyarakat dayak yaitu rumah betang, kemudian perjalanan nanti akan kita lanjutkan ke Astana Mangkubumi itu adalah salah satu heritage cagar budaya yang ada di kotawaringin barat, kemudian nanti disana akan diperkenalkan ada satu aktifitas yang biasanya dilakukan oleh masyarakat ketika anaknya akan naik ke pelaminan atau menikah,” jelasnya.

Wahyuni menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk pengembangan sektor pariwisata yang meliputi pengembangan destinasi, atraksi, akomodasi, yang kedepannya diharapkan destinasi singgah wonderful sail akan bisa memperluas destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Wonderfull sail ini upaya untuk pengembangan pariwisata, pengembangan destinasi, dan atraksi, serta dari ketersediaan akomodasi dan lainnya, sehingga kedepan memang kegiatan wonderfull sail Indonesia ini kita arahkan untuk lebih memperluas destinasi-destinasi yang ada di kabupaten kotawaringin barat. Dan kita memiliki sejumlah destinasi, baik itu wisata bahari, wisata pantai, wisata budaya, religi, kuliner dan wisata lainnya,” pungkasnya.

Setelah mengikuti segala rangkaian acara, malam ini para wisatawan bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat melaksanakan Welcome Dinner di Halaman Istana Kuning.

Turut hadir Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, SH, MH, Yang Mulia Sultan ke-15 Kutaringin Pangeran Ratu Alidin Sukma AlamsyahPangeran ArsyadinsyahPangeran Muasjidindyah, Kadisbudpar Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua TPP-Kalteng Berkah Laksamana TNI (Purn) Prof. DR. Marsetio beserta tamu undangan lainnya.

Sumber Berita: MMCKalteng/xcv

Foto: Edi/DisbudparKalteng