UPT. Anjungan Kalteng TMII

http://anjungantmii.com/kalimantantengah/
Anjungan Kalimantan Tengah – TMII

Anjungan Kalimantan Tengah menggambarkan wilayah adat betang yang terdiri dari rumah betang yang terbuat dari kayu ulin, balai adat, dan ruang penyimpanan koleksi adat dan budaya profil suku Dayak di Kalimantan Tengah.

Wilayah adat betang merupakan rumah tinggal bagi beberapa keluarga suku Dayak Ngaju, Ot Danum, Ma’anyan dan Lawangan. Rumah kayu tersebut dibangun di atas tiang kayu ulin setinggi 5 (lima) sampai dengan 7 (tujuh) meter dari permukaan tanah.

Ruangan rumah Betang dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu:

  • Ruang Depan, ruang terbuka sepanjang Betang dan dinding dibagian depan yang berfungsi sebagai tempat pelaksanaan upacara adat, seperti upacara kelahiran, perkawinan, dan kematian.
  • Karung, bilik keluarga sebagai tempat tidur bagi yang telah berkeluarga dan mempunyai anak-anak yang masih kecil dan para gadis.
  • Likid, ruang dapur. Di belakang likid kadang dibuat bangunan terbuka, tanpa dinding, tanpa atap, dan berpagar kayu, untuk menjemur pakaian dan padi, menumbuk padi, dan kegiatan rumah tangga lainnya.

Bagian atap bangunan sebelah kanan terdapat ukiran tombak dan daun kalakai, lambang kekuatan dan persatuan . Ragam hias lainnya berupa lukisan naga dan burung enggang yang dianggap satwa gaib, lambang penguasa dunia atas dan penguasa dunia bawah. Di tengah rumah Betang terdapat tiang agung (luking adat) berukir yang terdiri atas sepuluh bagian, berkait dengan kepercayaan suku Dayak Kaharingan.

Rumah Betang di Anjungan Kalimantan Tengah dipergunakan sebagai ruang pameran antara lain :

  • Hasil hutan, seperti damar, karet, rotan, dan akar pasak bumi.
  • Hasil kerajinan seperti kerajinan dari getah karet, batu kecubung dan berbagai jenis anyaman.
  • Senjata tradisional seperti Mandau, tombak, sumpit, tombak mata tiga dan sejenis perisai (talawang), serta penangkap ikan (mihing) di sungai Kahayan Hulu berbentuk rakit yang menurut cerita tutur merupakan alat gaib Sangiang; jika dipasang di darat dapat menghimpun ikan.

Bangunan lain yang terdapat di anjungan Kalimantan Tengah sebagai pelengkap, yaitu berupa :

  • 2 (dua) buah pantar sangaran.
  • 2 (dua) buah Kamelang Dare yang dianggap sebagai jalan roh untuk naik ke surga.
  • Sandung yakni tempat menyimpan tulang manusia yang sudah meninggal dunia dan sudah ditimahkan dengan suatu upacara khusus.

Balai adat berbentuk hampir sama dengan rumah betang, tetapi tidak ada biliknya berfungsi sebagai tempat untuk melaksanakan berbagai upacara adat, tempat musyawarah antar keluarga dan antar suku, tempat hantaran  pada upacara tiwah, serta tempat untuk menyimpan peti yang berisi kerangka sebelum dipindahkan ke sandung.

Di seputar halaman anjungan dibangun sebuah kolam yang menggambarkan sungai yang di dalamnya terdapat sepasang perahu yang dinamai Banama Riung Ajung Kangkari Rayang, merupakan kendaraan para roh suci dan dewa-dewa dalam kepercayaan Hindu Kaharingan.

Anjungan Kalimantan Tengah, sebagaimana anjungan lain pada hari minggu dan libur, menyelenggarakan kesenian tradisional tari, lagu dan upacara-upacara adat suku Dayak.