UPT. Museum Balanga

Sejarah UPT. Museum Balanga

Foto: Disbudpar Prov. Kalteng
Foto: Disbudpar Prov. Kalteng

Museum Balanga dulunya merupakan Gedung Monumen Dewan Nasional (GMDN) yang dibangun pada tahun 1963 dan kemudian diresmikan pada 6 April 1973 dengan nama ‘Balanga’. Pada 26 November 1990, Direktur Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan, GVH. Vooger meresmikannya menjadi Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah ‘Balanga’. Kemudian dengan berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 64 Tahun 2008, museum negeri tersebut menjadi UPT. Museum Kalimantan Tengah ‘Balanga’ di bawah pembinaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalimantan Tengah.

Berdasarkan program pengembangan wajib museum, UPT. Museum Balanga mengemban tugas untuk pengembangan bersifat pendidikan budaya Suku Dayak di Kalimantan Tengah seperti mengumpulkan dan mendokumentasikan benda-benda budaya (artefaks) dan sumber daya alam, melakukan pengadaan dan pengkonservasian benda-benda budaya untuk dipamerkan kepada masyarakat, serta menyajikan benda-benda budaya yang dapat menarik minat publik datang ke museum sehingga berfungsi sebagai tempat pendidikan bersifat budaya, penelitian, dan studi wisata.

Koleksi yang ada pada Museum Balanga terdiri dari 10 (sepuluh) klasifikasi obyek yaitu:

Foto: Disbudpar Prov. Kalteng
Foto: Disbudpar Prov. Kalteng
  • Geologika (188 koleksi)
  • Biologika (40 koleksi)
  • Etnografika (1.383 koleksi)
  • Arkeologika (112 koleksi)
  • Historika (1.116 koleksi)
  • Numismatika/Heraldika (781 koleksi)
  • Filologika (4 koleksi)
  • Keramologika (572 koleksi)
  • Seni Rupa (5 koleksi)
  • Teknologika (53 koleksi)

Layanan Museum Balanga:

Senin s.d Jumat pukul 07:00 – 15:00 WIB (kecuali hari libur, cuti bersama dan hari besar nasional)

Sabtu dan Minggu (Libur)

Diperbarui: 5 Juni 2017